Langsung ke konten utama

Ceroboh Belajar Agama

Belakangan ini gampang sekali kita menemui postingan di Facebook yang berisi tulisan mengenai agama dari sebuah link. Dan link tersebut link yang berisi tulisan-tulisan agama langsung dari pakarnya?

TIDAK




Entah link apa, yang isinya murni berisi pernyataan argumentatif, mengutip ayat dan hadits sembarangan, menerjemahkannya berdasarkan nafsu dan logika, dan entah penulisnya ahli agama atau tidak.

Agama itu bukan urusan main-main. Bukan pula urusan sambil lewat. Hidup di dunia cuma sekitar 65 tapi kita kejar mati-matian, kok agama dimana kita kekal didalamnya cuma sambil lewat? Ilmu dunia sampai S3, tapi tidak malu ilmu akhirat cuma sampai jenjang TK.

Belajarlah ilmu agama. Sisihkan waktu. Bukan, carilah waktu dan konsentrasi mempelajarinya. Kejarlah akhirat niscaya Allah akan membereskan urusan dunia kita. Tidak percaya? Itu janji Allah. Tidak logis? Ya, karena logika kita terbatas sementara logika Allah tidak terbatas. Belajarlah langsung dari pakarnya. Cari guru. Cari kebenaran. Jangan cuma mengandalkan jaringan internet yang tidak jelas keabsahannya. Buka hati, terima aturan agama, aturan dari yang mencipakan kita meski kita tidak dapat mencernanya. Sami'na wa atha'na. Jangan cuma Mencari ilmu agama untuk pembenaran nafsu kita.


Mari belajar ilmu agama! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Menjadi Istri PPDS: The Beginning

Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



Apa yang berubah?