Langsung ke konten utama

Mommies War Series: Upload Foto

Memasuki usia sekarang ini, setiap saya membuka FB kebanyakan adalah newsfeed yang isinya hanya berkisar kepada kategori pernikahan, anak, dan kerja. Yah,, ternyata saya sudah tua juga ya. Topik yang akan saya soroti pada tulisan kali ini adalah tentang anak. Tidak, bukan hanya anak, tetapi satu kesatuan yang lain, yaitu motherhood.




Sekarang mari saya kategorikan kembali upload topik motherhood ini.

  • Yang pertama adalah kehamilan, berupa foto per foto kehamilan tiap bulannya. Foto ibunya yang "mblendung" atau foto usg janinnya. 
  • Yang kedua adalah milestone anak. Dari anak lahir, bisa berceloteh, bisa tengkurap, bisa duduk, bisa merangkak, berdiri, dan seterusnya.
  • Yang ketiga adalah breastfeeding. Entah foto sang ibu lagi menyusui diam-diam, atau foto yang paling hits yaitu foto kulkas yang penuh dengan asi perah
  • Yang keempat adalah MPASI. Berbagai foto resep MPASI, foto si anak lahap makan, ataupun foto alat perang MPASI
  • Yang kelima adalah kepintaran anak. Yaaah, semua kepintaran anak lah. Foto anaknya bisa baca sendiri, pergi ke sekolah, dan lain-lain
Tidak ada masalah dengan yang namanya upload foto di facebook dan media sosial lainnya. Tapi,,,,, tapi ya sayangnya media sosial memiliki dadu bermata dua. Yang mengupload bangga akan pencapaiannya, tapi di sisi lain ada yang iri dengki setengah mati. Hahahahahahaaaa. Nah, sekarang mulai jelas kan kenapa saya menyoroti topik motherhood di tulisan ini. Masih bingung? Sini saya jelaskan.

Sesungguhnya perempuan itu adalah makhluk labil. Lebih labil dibanding pria. Sudahlah labil, ditambah dengan pengaruh hormon yang semakin menambah kelabilan. Entah itu postpartum syndrome atau efek PMS.

Ada yang gencar upload foto tentang tahapan kehamilannya karena baru nikah langsung jadi, ada yang sedih dan iri karena setelah sekian tahun menikah belum diberi karunia anak olehNya.

Ada yang gencar upload foto tentang betapa cepat sang anak mencapai suatu milestone perkembangan, ada yang sedih dan iri karena anaknya sendiri lama mencapai milestone tersebut.

Ada yang gencar upload foto koleksi ASI perahnya di kulkas karena dikaruniai ASI melimpah, ada yang iri dan sedih karena ngos-ngosan kasih ASI atau terpaksa kasih sufor.

Ada yang gencar upload foto koleksi resep MPASI (eh tapi ini berguna ah) dan foto anak lahap, ada yang iri dan sedih karena anaknya susah makan atau GTM (Gerakan Tutup Mulut).

Ada yang gencar upload foto betapa pintar anaknya dibanding anak-anak yang lain, ada yang iri dan sedih karena anaknya tidak sepintar itu dan malah kecewa sama anak sendiri.

Ada yang bahagia, ada yang sedih.
Ada yang pamer, ada yang nyinyir

Orang mengupload sesuatu di sosial media biasanya karena bangga. Misal, orang upload kulkas penuh ASI karena bangga bisa menghasilkan ASI berlimpah. Kan rasanya janggal kalau yang dipos adalah kulkas yang berisi sedikit bungkus atau botol ASI perah.

Kembali lagi ke fungsi sosial media, apa sih fungsinya? Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Dan tergantung bagaimana kita menyerap info di dalamnya. Siapa yang bisa mengontrol orang lain harus mengepos apa. Yang bisa dikontrol adalah apa yang kita lihat dan sikap kita. Itu yang penting. Ah payah dasar manusia doyannya melihat rumput tetangga. Suatu sikap naif dimana kita hanya mendiskreditkan diri sendiri dan keluarga sehingga lupa bersyukur. Hati-hati loh nanti malah nikmatnya diambil oleh Allah karena tidak bersyukur.

Jadi, mari duduk tenang. Kalem weh. Kalau merasa insecure gampang, tinggal tutup sosial media dan beres. Mudah bukan?





-Seorang Ibu beranak bayi 5 bulan yang hobinya nonton mommies war ketimbang ikutan, ihihihi-

Komentar

  1. ciyeee mommy hasan hobynya nonton :))
    betul juga net, lebih baik diam.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!