Langsung ke konten utama

Ruman Idaman

Ngeliat- liat rumah emang udah hobi gw sejak zaman„, main Sims 1! Hitung sendiri deh itu udah berapa tahun. Haha. Bahkan tiap main sims (sampai Sims 3) gw suka main kadang-kadang cuma liat floor plan dan desain interior rumahnya aja. Untungnya saat masa Sims 3, mulai banyak situs yang memuat mod rumah rancangan pemain Sims 3 lainnya. Lurking, download, attach. Tralala,,, jadilah saya bisa melihat rancangan-rancangan tersebut. Bahkan lebih freak lagi, gw kalau liat floor plan hampir dimanapun itu suka langsung membayangkan 3 dimensinya. Hihi parah ya.

Sekarang gw dan suami diberi rezeki untuk tinggal di rumah nenek suami yang tidak ditempati (beliau tinggal dirumah yang lain). Ada beberapa hal dari rumah ini yang gw suka dan menjadi inspirasi gw untuk merencanakan rumah (amin, Insya Allah ya ada rezekinya punya meski baru minimal 5 tahun lagi :") ). Yah ga mungkin langsung juga kali; seperti yang gw idamkan juga ga masalah, bertahap. Syukuri saja dulu apa yang ada di depan mata. Hehe

Berikut listnya:
  1. Lantainya tidak konvensional hanya lantai 1 dan lantai 2. Gw pengen kayak rumah yang sedang ditempati, ada menjorok ke bawah semacam basement, mezanin bahkan kalau bisa ada ruang loteng.
    Ilustrasi Ruang Loteng
    Ilustrasi ruang mezanine
  2. Rumah ini mengingatkan gw sama rumah di Amerika. Bangunan mereka tidak biasa satu ruangan gede sebagai gudang, tapi memanfaatkan ruang kosong meski kecil sebagai gudang. Jadi ruangan gudang mereka ga cuma satu. Floor plan begini menurut gw bikin rumah jadi ga berantakan. Perhatikan gambar dibawah. Yang bertandakan closet adalah ruang kecil tersebut yang sering digunakan sebagai gudang. Ada 3 closet gudang pada gambar diatas, 2 di sebelah Bedroom no.2 dan 1 di dekat kamar mandi.
    Denah ruang saat dulu tinggal di Negeri Paman Sam (sebaga ilustrasi)
    1. Rumah di amerika terkadang lebih memilih menggunakan closet (ruangan ganti baju sekalian sama rak baju terbuka). Dulu pas ortu tinggal di amrik, ketiga kamarnya sistem closet loh padahal itu apartment house. Setidaknya nanti di rancangan rumah gw, meski ga semua setidaknya untuk kamar utama aja. Lihat gambar diatas, tiap Bedroom menggunakan closet.
      Closet pakaian
    2. Ada pantry, dapur bersih dan dapur kotor. Gw liat langsung konsep ini dirumah om suami gw. And I like that concept. 
      Pantry
    3. Suami gw merupakan penikmat makanan. Bahkan dia punya rencana punya wood pizza oven sendiri. Gw juga senang masak. So I imagine my kitchen will be: spacey, ada counter sendiri buat minuman (iya, gw senang merencanakan signature drinking, baik mocktail, kopi, teh dan cokelat), ada island table yang langsung menghadap ke meja makan, ada wood oven di luar deket dapur.
      Dapur dengan meja bar
    4. Punya loft! Entahlah antara ruang kerja atau kamar tidur utama.
      Ilustrasi ruangan loft
    5. Punya ruang kerja plus perpustakaan. Gw emang selalu punya minat terhadap buku yang berjejer di rak. Liat aja tuh kamar gw di cibubur. Haha. Disitu lengkap juga ruang belajar/kerja gw sama suami, plus segala office accessories, kemudian ada sofa santai buat baca buku.
      Ilustrasi Ruang kerja
    6. Permasalahan lighting diatur. Gw suka rumah dosen pembimbing gw selama S1 dan S2. Rumahnya tidak besar tapi jadi nyaman sekali karena teknik Lighting Room nya bagus sekali.
      Contoh teknik Lighting Room
    7. Gw lebih suka rumah yang begitu puka pintu tidak langsung ruang tamu, tapi ketemu dinding kemudian baru koridor menuju ruang tamu seperti rumah yang sedang gw tempati dan rumah salah satu dosen gw.
    8. Memaksimalkan ruang terbuka dan menggunakan kipas angin atas untuk meminimalkan penggunaan AC. Hemat listrik kak.
      Contoh ruang terbuka
    9. Punya kebun tanaman dapur dan buah-buahan sendiri dan varian lain semacam lidah buaya dan lain lain. Kalau halamannya lebih besar lagi boleh lah ada pohon semacam pohon mangga. Setidaknya lumayan kan gw bisa suplai sendiri semacam bawang, cabe dan lain lain. Hehe.
      Kebun Mini di Rumah
    Bismillah, Mimpi dulu gapapa kan ya? Mumpung mimpi masih gratis. Yah semoga jika nanti sudah punya rumah sendiri, pelan-pelan direalisasikan, setidaknya dari yang paling mudah semacam punya kebun mini, hihi.


    Mungkin listnya segini dulu, baru kepikiran ini. Nanti kalau kepikiran lain segera ditambahkan. Lumayan untuk pengingat di nantinya :)

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Baby Gear: Aprica Karoon Review

    Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

    Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

    Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
    Oke.
    Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

    Menjadi Istri PPDS: The Beginning

    Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



    Apa yang berubah?