Langsung ke konten utama

Contoh Part buruk

Percayalah,,asli buruk seburuk-buruknya. Gw dikasih waktu 2 minggu buatnya. Tapi seminggu kepotong gara-gara salah paham. Terus seminggu itu kepotong lagi gara-gara lagi banyak-banyaknya tugas ama lagi sibuk-sibuknya sehingga ge terpaksa bergadang dua hari ampe jam 3. Hahaha,,yaudah gw buat serampangan dulu aja biar bisa diturunin,,yang penting entar bisa dibenerin lagi.hahaha

Komentar

  1. Ma'af saya ga mudeng yang beginian,...

    tapi tetep pengen coment,..

    hahahha.... boleh kan..?

    BalasHapus
  2. hahaha,,sok atuh,slama tdak ad peraturan dlarang memberi komen:Dm

    BalasHapus
  3. buat gua ga ada buruk nya,,,,
    do re mi fa sol la si do..... do si la sol fa mi re do.....

    baca not balok di atas butuh kekuatan supranatura, gua ga punya kekuatan itu :D

    BalasHapus
  4. hehe boeh nanya ga? kenapa buruknya? sekalian beajar...

    BalasHapus
  5. karena emang buruk,,hahaha,,eh, itu jawaban bukan jawaban ya :P
    jawabannya,,karena saiah yang buat,,makanya buruk :p

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.