Langsung ke konten utama

TL, GD atau KL?

Selagi menunggu tanggal 19 Juni. Iseng2 aja gw nulis gini. Ada apa tanggal 19 Juni? Katanya sih pengumuman jurusan. Enggak tau deh ini cuma wacana ato gosip doank. Prosedur pemberitahuannya juga masih belum gamblang gimana. Tapi ah sudahlah, biarkan waktu berjalan :D.

Sebenarnya pas awal masuk ITB dan tau gw cuma dapet FTSL (pilihan kedua), jujur aja gw kecewa berat. Dimaklumilah, gw dulu agak menjadi seorang ambisius kolokan. Tapi, setelah beberapa bulan menjalaninya plus mendapat pengarahan jurusan berkali-kali, sepertinya gw harus menjilat ludah sendiri. Maka dari itulah gw smakin menyadari kalo segala sesuatu  yang diberi ama yang di atas merupakan yang terbaik :D.Karena entah kenapa gw menyadari hampir semua jurusan ada minat gw. Jah,,dan semakin bingunglah gw menetapkan jurusan apa walaupun punya jurusan prioritas.

Ada 4 jurusan yang disuruh pilih. SI (Sipil), GD (Geodesi), KL (Kelautan) ama TL(Lingkungan). Karena gw ga bisa milih TL ama SI sekaligus, gw harus milih salah satu. Akhirnya gw lebih milih TL karena lebih interest kesana.

Mengapa TL?
Wah, ga tau juga ya. Dari SMA gw punya interest lumayan ke nature ama ke teknik. Karena itulah gw gabung URaL (ekskul pcinta alam sma gw) walopun jarang pergi karena kebentur izin ortu :D. Doyan yang teknis2 tidak jelas darimana. Mungkin karena gw gampang sangat amat teracuni dan sering diajak bokap gw hal2 aneh, entah bongkar pasang komputer, ampe 'setengah dipaksa' bwat tau meriksa2 mobil. halah! ya sudahlah. Ortu gw sangat merekomendasikan bwat masuk sini.

Mengapa GD?
Ternyata GD ga jauh2 dari aktivitas gw pas dulu naek gunung. GD ga jauh2 identik dengan "pemetaan". Alhamdulillah gw lumayan gifted masalah baca peta dan aplikasi spasialnya. ga tau juga sih,,itu objektifnya bokap gw. Karena itu gw sering jadi asisten bokap klo jalan2 kemana gitu yang tempatnya belum diketahui. Selain itu dari pas di URaL gw dah belajar GPS2 gitu. Makanya pas ujian matkul jurusan, gw ga gitu belajar GDnya.Malah lebih bisa jawab yang tentang GD daripada tentang SI walopun yang SI gw baca benar-benar. Entah mengapa, bokap gw agak kurang setuju gw masuk sini.

Mengapa KL?
Sebenarnya KL sama ama SI, cuma KL itu SI di laut. Inti utamanya adalah Fisika, tentang mekanika lagi,,bagian fisika yang paling gw suka :D. Dan sepertinya, mempelajari konstruksi2 gitu menarik.

Jadi after all, masuk manapun gw nanti tingkat 2, not really a big deal to me. Yah,,walaupun prioritas gw dapet TL. Tapi gw akan selalu percaya ama yang diatas. Apapun yang dah dikasih, pastinya itu yang terbaik bwat gw

^_^

Komentar

  1. Dulu TL itu dikenal sebagai bunga2 ITB, soalnya mayoritas cewek....hehehe
    Benarkah?

    BalasHapus
  2. sepertinya masih deh mbak. Oleh karena itu gw mengajak para kaum adam untuk masuk TL, paling ga buat pemandangan lah,,haghaghag

    :P

    BalasHapus
  3. Udah, IF aja! Kasian, IF kekurangan orang-orang yang error...

    BalasHapus
  4. IF saia rasa udah cukup banyak yang error (terutama yang nulis komen di atas tulisan saia ini :P). Saia butuh jurusan lain untuk ikut dierrorkan juga.haghaghag
    :P

    BalasHapus
  5. Kok Geodesi masuknya ke FTSL?

    bukanya GD mah di FITB kan???

    (-_-)bingung...

    BalasHapus
  6. iya fer,dari jaman baheula gd bareng d ftsp ama ftsl.gd pndh k fitb baru pas thun lo:D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Momen Traumatis Terhadap Gula

Saya: Semenjak pulang dari Pemalang, aku merasa traumatis banget buat konsumsi gula. Biasanya relatif gampang beli minuman manis. Chatime aja tinggal ngesot juga jadi. Ini tiap tiba-tiba kerasa pengen minum minuman manis, benar-benar bergulat dalam pikiran beli atau engga, yang 98% berujung dengan ga beli. Ternyata gula sejahat itu ya?Suami: Loh, baru sadar?
Apakah yang terjadi di Pemalang? Kenapa saya sampai segitu traumatisnya dalam mengkonsumsi gula? Perkara berat, atau?

Gula dan Saya Dari dulu saya merasa diri saya adalah sweet-tongue. Saya suka makanan manis, meski saya tidak rutin mengkonsumsinya. Saya bukanlah orang yang rutin mencari makanan manis secara harian. Kalau pun mencicipi makanan manis, saya tidak bisa banyak-banyak. Tapi, sekalinya makan atau minum yang manis, harus manis banget. Sejatinya saya suka membuat kue dan minuman manis. Tapi bertahun-tahun saya tidak membuatnya dengan alasan tidak ada massa yang menghabiskannya. Anak saya tidak suka ngemil. Saya pun tidak …