Langsung ke konten utama

5 barang yang Ada di Tas

Saya dari dulu orangnya simpel, tidak suka merepotkan diri sendiri dengan bawa barang banyak di tas. Pokoknya seminimalis mungkin. Suami saya juga sama saja. Kalau menurut saya bawaan saya sudah sesederhana mungkin, suami lebih simpel dari saya haha. Meski sudah punya anak prinsip bawaan simpel saya tidak berubah, apalagi dengan keadaan anak yang sudah berumur 3 tahun sekarang. Tas yang saya bawa sekarang dengan sebelum ada Hasan tidak jauh beda. Paling hanya di material tas saja karena saya cenderung mencari tas yang ringan.


Saat Hasan berstatus newborn, bawaan saya 1 tas bayi okiedog, tanpa bawaan tas lainnya. Alhamdulillah rezeki Hasan bisa menyusui 2 tahun, saya terbebas dari bawaan botol dan teman-temannya. Paling hanya popok, baju ganti, kain gumoh dan mainan kerincing seadanya. Dompet, gawai dan kunci mobil saya taruh di slot khusus di tas bayi yang sama. Saat Hasan memasuki masa MPASI, bawaan mulai lebih banyak karena jika bersinggungan dengan jam makan siang harus membawa makan siangnya lengap dengan botol minum dan celemek. Hasan kebetulan tidak suka ngemil, jadi kalau pun saya bawa ya bawa seadanya saja.

Setelah berusia 1 tahun dan sudah bisa makan nasi, otomatis bawaan saya drastis menurun. Saya bisa pakai tas yang dibawa saat belum ada Hasan. Asal jangan yang kelewat kecil aja sih. Bawaan seputar Hasan hanya sepaket baju-celana-popok dimasukkan di plastik klip, tisu basah, dan botol minum kecil. Itu aja! 😀

Kalau diurutin 5 barang yang hampir pasti ada di tas sih,

1. Gawai

Layaknya manusia modern jaman sekarang, gawai kerap kali menjadi barang wajib nomor satu yang harus dibawa. Fungsinya jelas sebagai komunikasi. Atau sebagai pembunuh kebosanan. Tetapi saya merasa tidak sebegitu ketergantungannya dengan gawai. Tidak sampai sakau gimana kalau kebetulan lupa bawa. Pernah saat saya masih bekerja, saya kelupaan membawa gawai. Memang pada awalnya agak nyesek, namun setelah lewat 10 menit ya biasa saja. Untuk urusan komunikasi? Saya langsung buka aplikasi WhatsApp melalui laptop. Setidaknya masih bisa komunikasi kan kalau ada hal yang penting. Ketinggalan gawai? no need to panic.

2. Dompet

Barang penting nomor kedua. Jaman sekarang apa-apa butuh uang. Bahkan untuk sekedar bayar parkir. Tidak ada uang ya manyun saja. Kalau pergi bersama yang lain sih tidak masalah, mungkin bisa pinjam dulu. Kalau pergi sendirian ya maha repot. Selain itu di dompet isinya kayak kantong doraemon. Identitas diri dan segala kartu. Ketinggalan dompet artinya tidak bisa mengurus administrasi kan?

3. Pouch

Saya suka membawa kantong dompet kecil. Karena saya tidak menggunakan make up di luar rumah, jadi isinya juga simpel seperti bedak, lip butter, hand sanitizer, krim tangan, dan tisu basah. Benar-benar perlengkapan dasar. Saya juga memastikan pouch  saya yang berukuran pas-pasan dengan barang yang saya bawa tersebut.

4. Sepaket baju ganti (Hasan)

Karena saya anaknya mengangungkan kesimpelan, saya biasanya bawa baju, celana dan celana dalam ganti bahan yang tipis. Alias bukan semacam celana jeans atau baju tebal. Enak, jadi tidak makan tempat dan berat di tas. Ketiganya saya masukkan ke dalam plastik klip, mencegah jika ada kebocoran air minum atau kehujanan di tas, sepaket baju ganti masih bisa dipakai. Sebenarnya jarang sekali baju ganti itu bisa sampai terpakai. Paling waktu dia muntah atau basah kena sesuatu. Tetapi saya tetap membawanya. Toh, kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

5. Botol minum

Too bad, saya orangnya tidak suka minum, jadi sebenarnya kebiasaan membawa botol minum di tas yang semenjak ada Hasan karena ia suka minta minum secara acak. Saya pun biasanya memilih botol yang maksimal berukuran 600 ml, atau sebesar botol air mineral biasa. 1 botol itu saya gunakan berdua bersama Hasan.


Selain 5 barang diatas ada beberapa barang lain yang sering ada di tas namun juga suka lupa. Misalnya pulpen dan goodie bag parasut karena saya tidak suka menggunakan kantong plastik. Oh ya, pastinya ada kunci rumah ya, kalau tidak bagaimana saya keluar-masuk rumah haha. Jaman saya masih kerja saya suka membawa buku catatan kecil yang terbuat dari kulit. Entah kenapa, saya suka mencatat disitu jika ada hal-hal kecil atau jadwal janjian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!