Langsung ke konten utama

Pengalaman Refunding oleh E-commerce

Ada bermacam alasan mengapa dana kita dikembalikan oleh sebuah e-commerce atau online shop. Tidak tersedianya stok, kendala transfer ataupun pesanan kita tidak ditanggapi oleh penjual. Now I'm gonna pour it down my refunding story which happened twice in a week.



1. Tokopedia




Saya hendak membeli bouncer sebagai kado untuk calon ponakam saya. Karena pada saat itu Tokopedia sedang mengadakan promo gratis biaya ongkos kirim, selain memesan bouncer saya juga memesan kacamata hitam bayi (ahzeeek..) dan racun semut dari penjual-penjual yamg berbeda. Berbekal promo ongkos kirim dan sisa saldo tokopedia, saya hanya membayar uang sebanyak Rp 703.600. Karena jumlahnya lumayan saya berniat transfer melalui rekening BSM karena toh, kalau saya menggunakan Mandiri Clikpay saya harus kerja dua kali karena harus transfer dahulu ke rekening Mandiri. Jadi saya pilih "bank transfer" di menu pembayaran. Form pemesanan sudah rampung. Transfer saya lakukan. Konfirmasi transfer juga sudah saya lakukan. Tinggal menunggu notifikasi dari Tokopedia.

Aplikasi Tokopedia saya ada di HP sekunder saya. Praktis, biasanya saya mengetahui kelanjutan pesanan saya relatif telat. Yang bikin saya sadar kelanjutan pesanan saya adalah email notifikasi yang juga muncul di HP sekunder tersebut.

"Mohon maaf, pesanan anda di cancel".

Saya pun kaget berhubung uang yang sudah ditransfer tergolong cukup banyak. Kemudian saya teringat, kalau siangnya saya mendapat sms yang menyuruh saya secepatnya untuk mengepos bukti transfer ke Tokopedia. Namun apa mau dikata, saat itu saya sedang dalam perjalanan dan menjaga Hasan sehingga rasanya sulit untuk melakukannya.

Apa boleh buat, akhirnya saya menghubungi customer service perihal masalah transfer saya. Cukup saya akui, jarak antara respon saya dan respon customer service cukup cepat. So, thumbs up for Tokopedia! Saya pun dibantu tahap demi tahap untuk melakukan refunding. Salah satu yang saya suka dari Tokopedia, pada tanya jawab nya terdapat sistem otomatis "tutup kasus", yakni dengan jarak 3 hari setelah notifikasi untuk segera membalas respon customer service. Notifikasi akan adanya "tutup kasus" dikirim sehari setelah respon terakhir customer service. Dengan demikian, meski proses refunding ini melalui HP sekunder saya, saya bisa lebih follow up prosesnya. Setelah saya diminta untuk memberikan nama rekening, bank, nomor rekening dan cabang, mereka mengklaim bahwa proses refunding maksimal memakan waktu 1x24 jam kerja. Saya diminta untuk mencek saldo.

Voila! They are quite reliable. Setelah mengecek 10 transaksi terakhir saya di BSM via mobile banking, dana transfer saya sudah masuk dalam waktu sehari. Tapi...

TAPI....

Rekap 10 transaksi terakhir

Perasaan saya mentransfer Rp 703.600 deh, kok dana yang masuk cuma Rp 697.100. Saya ingat-ingat. Merunut, hingga akhirnya saya menemukan benang merah.

Rp 697.100 + Rp 6.500 = Rp 703.600

Nah ternyata ini biang keroknya. Dalam hati sejujurnya ada sedikit perasaan dongkol. Kok itu biaya administrasi transfer antar bank dibebankan ke kita. Toh, sebelumnya biaya administrasi antar bank saya yang menanggung. Not fair. Artinya selama transaksi nihil tanpa hasil itu saya sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 13.000. What a number! Sebuah jumlah berarti untuk saya. Tapi ah sudahlah, saya malas untuk lebih ribet lagi. Biarkanlah. Alhamdulillah dana saya sudah kembali.

2. Mothercare




Karena ada perlu membeli sesuatu dan saya malas langsung meluncur ke tokonya, Asik, ternyata masih ada yang diskon. Setelah pilih-pilih yang sesuai selera saya dan ready stock. Cuma 1 item kok. Segera saya meluncur ke menu pembayaran. Pilih bank transfer. Klik, klik, klik, yap, pemesanan beres. Lagi-lagi, pilihan pembayaran transfer harus antar bank. Artinya harus membayar Rp 6.500 tambahan! Yasudahlah, akhirnya saya transver via mobile banking kurang dari 24 jam. Layaknya E-commerce lainnya, belanja mothercare online di tiap tahap transaksi mulai dari pesanan masuk pesanan diproses, transfer diterima pesanan dikirim, semuanya diberitahukan via email. 

Pesanan diproses (v)
Transfer diterima (v)
.......
....
..
[IMPORTANT] PESANAN TIDAK LOLOS QC

Kayaknya saya sebelumnya udah pernah belanja online di mothercare deh, dan tidak pernah mengalami hal serupa. OK tidak masalah, pikir saya. Sampai saya membaca paragraf-paragraf di akhir. Saya copy paste aja ya.

Berikut kami informasikan pilihan untuk penggantian dari produk yang tidak lolos quality check:

1. Ganti dengan barang lain dengan harga yang sama atau lebih mahal. Jika setuju, silakan informasikan kode produk, size (jika pilihan size tersedia). Apabila ada kekurangan pembayaran akan kami informasikan lebih lanjut.

2. Ganti dengan e-voucher senilai harga produk. E-voucher dapat Anda gunakan untuk pembelian selanjutnya dimothercare.co.id  dengan masa berlaku 1 bulan sejak e-voucher dibuat.

Note : Apabila dalam 2x24 jam kami belum menerima konfirmasi ibu maka product OOS akan kami gantikan menggunakan e-voucher sehingga untuk product lain yang tidak OOS akan kami kirimkan ke alamat.

Oke saya rangkum lagi. Jadi hanya ada 2 alternatif perihal gagalnya saya mendapatkan barang. Yakni ganti barang lain harga sama atau lebih mahal (kekurangan tetap dibayarkan) dan diganti dengan e-voucher yang kadaluwarsa dalam waktu 1 bulan.

Ganti barang? Duh, kayaknya tidak ada barang lain yang saya minati. Namanya juga diskon, stok terbatas kan? Ganti barang lain lebih mahal? Duh, saya tidak ingin menambah lagi. Sudah cukup segitu saja budget yang saya keluarkan.

E-Voucher? Cuma 1 bulan. Iya. 1 bulan kemudian uang anda hangus. Blar! Coba dipikirkan, 1 bulan barang tidak akan ganti-ganti. Paling 1 bulan lagi saya cek website barangnya masih sama. Lagian kan beda. Butuh sekarang, 1 bulan lagi belum tentu butuh.

Kemudian kalau tidak ada respon maka otomatis saya mendapat e-voucher sejumlah yang saya sudah bayarkan.

Tanpa pikir panjang, saya langsung membalas email tersebut bahwa yang saya inginkan hanya refund. Sehari berlalu. Tidak ada jawaban. Nihil. Belanjaan saya memang hanya segitu. Tapi tetap uang segitu berarti untuk saya.

Sedikit jengah dan kesal, saya menulis status perihal e-commerce refunding di plurk saya. Ternyata salah satunya ada kenalan saya yang sudah sekian tahun bekerja di sebuah e-commerce luar negeri. Sejujurnya saya berharap akan responnya. Untung sebelum di-mention yang bersangkutan sudah nongol :D

""ngga lolos qc" bohong itu palingan, tebakan gw alasan sebenarnya antara ngga punya stok. bukan salah update stok, paling dia asal jual aja biar nangkap duit pelanggan duluan, baru pas ada yang beli mereka cek stoknya ada atau engga." tulis teman saya

Paham? Sudah bisa menarik benang merah? Yak, disini jelas. Sangat jelas dan tidak tersirat sama sekali bahwa e-commerce tersebut benar-benar menjaring uang saya. Sekali sudah saya setor, tidak ada harapan untuk kembali.

Sehari setelah tidak ada jawaban email untuk saya, saya kembali membalas email namun kali ini dengan tegas dan skeptis. Ada beberapa poin yang saya usung.

  • Logika kalau QC belakangan setelah ada pesanan masuk aneh
  • Pernyataan bahwa saya memiliki kenalan yang bekerja di e-commerce dan mensinyalir kalau ada itikad kurang baik perihal menjaring uang customer
  • Ancaman akan saya tulis di blog dan membuatnya viral di sosial media
Voila, tidak berapa lama setelah email tersebut saya layangkan, saya mendapat balasan. Aneh ya, kenapa kali ini balasannya cepat. Mereka menyatakan bahwa QC dilakukan ulang saat pengambilan barang dari gudang dan ternyata damaged goods. Sampai-sampai, mereka menyertakan bukti fotonya. Dan alhamdulilah, akhirnya mereka menyanggupi adanya proses refund. Well, mungkin saya terlalu suuzon. Tapi saya tidak suka, bermuara dari pilihan-pilihan yang super maksa tersebut. Alhamdulillah masalah akan segera beres.

But that was not over until I read...

Proses pengembalian dana selambat-lambatnya adalah 14 hari kerja terhitung sejak kami menerima konfirmasi detail akun Bank Anda untuk pengembalian dana.
Say Whaaat? 14 hari?? That's a number of day!

Maaf-maaf saya, tapi pengalaman saya di e-commerce lain yang bahkan e-commerce adalah third party antara penjual dan pembeli, refunding time maksimal 3 hari kerja. Bahkan tokopedia saja hanya sehari kerja.

Not to mention suuzon, wish refunding process way faster than they stated.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!