Langsung ke konten utama

Story of Hasan: My Travelling Boy

Mungkin masih seputar perjalanan ke Belitung, kali ini saya akan menceritakan tindak tanduk Hasan selama perjalanan pergi, saat di lokasi liburan dan kembali lagi ke Jakarta.




Di Mobil


Kami Semua berangkat tepat sehabis sholat Subuh. Ini bertujuan menghindari macet yang disinyalir akan adanya macet yang luar biasa berhubung sedang long weekend. Semula saya bingung, apakah Hasan mandi atau tidak karena dininya kita berangkat. Ternyata tidak sama sekali. Saya terbangun jam setengah empat kurang dan menyadari Hasan juga sudah bangun. Melek, diam, dan tidak nangis. Karena masih terlalu dini hari, saya susui dia dengan harapan setelah itu Hasan akan lanjut tidur. Ternyata tidak. Setelah saya susui (bahkan) sampai 2 payudara, Hasan tak kunjung tidur. Mau bagaimana lagi, Hasan ditidurkan di kasur, babehnya sedang tidur, otomatis saya tidak bisa meninggalkan untuk melakukan hal lainHasan di tempat tidur karena tidak ada yang mengawasi. Saya gendong Hasan keluar, ternyata orang tua saya sudah bangun, jadi saya titipi Hasan sementara saya kebawah untuk memasak makanan Hasan di dapur. Setelah beres, saya pun memandikan Hasan. Sebenarnya ini bukan kali pertama kali Hasan bangun cepat saat mama babehnya butuh pergi cepat. Sebelumnya saat Hasan berusia 1 bulan, Hasan bangun cepat untuk mandi karena kami mau shalat Idul Fitri. Kemudian saat Hasan berusia 6 bulan, Hasan juga bangun cepat karena kami mau shalat gerhana matahari. Lucu ya, Hasan seolah-olah tahu kapan orang tuanya butuh berpergian cepat dan dia imbangin dengan bangun cepat :)

Karena masih terlalu pagi, di mobil saya susui Hasan hingga tertidur. Saya taruh ia di carseat, tak lupa memasang sabuk pengamannya. Oh ya jangan lupa, sabuk pengaman carseat perlu loh. Jangan karena bayi tidur lantas sabuk pengaman tidak dipasang. Bisa kok tanpa mengganggu bayi tidur. Saya berkali-kali alhamdulillah sukses memasang sabuk pengaman carseat tanpa mengganggu tidur Hasan :). Hasan tidur pulas sampai di rest area tol merak, tempat rendezvous semua mobil rombongan bertemu. 

Selepas lanjut berangkat, Hasan saya duduki kembali di carseat. Sayang saya lupa membawa mainan Hasan sama sekali supaya Hasan tidak bosan di mobil. Beruntung Zahra bawa bola karet untuk kemudian dipinjam Hasan. Hasan tampak cerita di mobil. Ketawa. Nyengir. Senyum. Dan antusias memainkan bola. Tidak lupa karena takut susah kasih makan, saya kasih pisang sebagai sarapan. Hasan makan dengan lahapnya sampai habis setengah lebih pisang Cavendish. Setelah Hasan tampak lelah dan mengantuk, saya susui kembali Hasan sampai tidur. Pelan-pelan saya pindahi ke Carseat. Sayang sekali, Hasan sadar dan menangis kembali. Saya angkat dan tenangi kembali. Sampai usaha ketiga baru Hasan berhasil diletakkan kembali ke Carseat. Hasan bangun saat sudah hampir mencapai tujuan. Karena kasihan Hasan bosan didudukkan, saya angkat dia. Saya pangku sembari menemani Hasan main.

Di Lokasi


Sesampai di lokasi saya segera menyiapkan makanan Hasan. Inilah salah satu problem Hasan kalau sedang dalam perjalanan, mungkin untuk hampir semua bayi. Hasan perilaku makannya tidak "geunah". Jadi selama dalam perjalanan Hasan tidak saya targetkan makannya. Yang penting ada yang masuk dengan jumlah lumayan. Oh ya, selama di penginapan Hasan alhamdulillah tidak rewel. Tidak nangis karu-karuan. Nangis paling cuma nangis manja atau nangis minta susu ;)

Untuk pola tidurnya, namanya dalam perjalanan, maka pola tidur Hasan tidak akan sama dengan di rumah. Berhubung di penginapan makhluknya banyak, Hasan tidak bisa tidur siang. Tidak mengapa. Tapi Hasan beberapa kali berhasil kok tidur siang. Apalagi kalau yang lain ikut tidur siang ;). Hasan tidur malam di box yang sudah saya bawa. Entah dia belum nyaman atau apa, malam pertama dia tidur tidak nyenyak. 2 jam sekali bangun. Meski begitu, saya tetap tidak berani mengajak Hasan tidur bareng di kasur. Karena:
  1. Ipar saya yang tidur disamping sedang hamil, takut ketendang Hasan
  2. Kalau tidur malam saya takut lose control yang mengakibatkan Hasan jatuh dari tempat tidur :(
Saat terbangun jam 4, saya susui, baru saya berani mengajak Hasan tidur di kasur dengan alasan sudah pagi jadi saya lebih agak terjaga. Selain itu juga banyak yang sudah terbangun. Meski begitu, tak lupa disisi Hasan saya rapatkan box ke kasur supaya tidak ada celah Hasan jatuh. Malam berikutnya, alhamdulillah Hasan tidur nyenyak, tidak bangun sampai pagi datang.

Perjalanan Pulang

Sesaat di mobil, Hasan langsung saya susui hingga tidur. Tidur sampai kapan? Sampai Pandenglang! Wow! Hasan tidur sampai hampir 2 jam di mobil. Kasihan, kayaknya karena kecapekan ya ;'D. Begitu bangun Hasan, saya ajak main-main di carseatnya selama perjalanan Pandeglang-Serang yang hanya memakan waktu setengah jam. Bosan di carseat, saya pindahkan Hasan di pangkuan. Tapi entah kenapa ia terlihat lebih diam. Apa gerangan?

Ternyata Hasan buang air besar! Sesampai di Restoran Sari Banten, Serang, suami mengendus bau pupup di pantat Hasan. Ternyata benar. Hasan BAB dan masih keras :(. Saya bersihkan, ternyata ada yang tertinggal di lubang. Saya korek sedikit, eh ternyata Hasan langsung menelorkan pasta dalam jumlah banyak. Ambil tisu, saya ilap dan bersihkan. Tidak lama kemudian, tekstur lebih cair moncrot dan mengenai jilbab serta baju saya xD. Tak papa. Alhamdulilah Hasan bisa "cuci gudang" setelah 2 hari tidak BAB.

Setelah saya beres makan dan menunggu yang lain sholat, saya susui Hasan kembali. Dia tertidur. Saya bawa keluar ketemu yang lain kemudian setelah beres diletakkan kembali ke carseat. Yap, Hasan tidak terbangun. Dan Hasan tertidur sampai sudah masuk JORR. Setengah jam lebih. He definitely tired. Akhirnya sampailah kami di Cibubur. Cek makanan. Basi. Akhirnya saya kasih Hasan parutan pir. And as I expected before, cuma sedikit yang masuk. No probs!


Looking forward for another journey. Semoga segera tiba rezeki Hasan bepergian menggunakan pesawat dan kereta api :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!