Langsung ke konten utama

Story of Hasan: Hari Pertama MPASI

Tanggal 19 Februari akhirnya datang juga. Akhirnya genap juga Hasan berusia 6 bulan. Artinya adalah hari pertama Hasan icip-icip makanan selain ASI. Untuk dua minggu pertama, Hasan akan mencoba menu tunggal. Hal ini bertujuan sebagai pengenalan makanan bagi Hasan dan mengindikasi adanya alergi Hasan pada suatu makanan. Jadwal lengkap menu tunggal Hasan dapat dilihat di postingan saya sebelum ini.



Untuk hari pertama, menu Hasan adalah bayam merah untuk pagi hari dan beras putih untuk sore hari. Saya berniat memperkenalkan bumbu-bumbu sedari awal MPASI Hasan.

"Aku baru tau, ternyata MPASI boleh pake bumbu.", ujar saya

"Ya iyalah, jangan ikutin gaya bule, mereka ga kenal bumbu. Makanan lebih hambar." Jawab suami
Tujuan menggunakan makanan berbumbu pada makanan Hasan bertujuan memperkaya rasa makanan pada lidah Hasan. Rasa yang hambar (katanya), malah banyak membuat bayi ogah makan di berbagai kasus. Selain itu, penggunaan bumbu supaya Hasan bisa cepat beradaptasi dengan masakan rumah.

Hasan makan pagi sekitar jam setengah tujuh lewat. Bangun tidur dan selesai mandi sengaja tidak saya susui dahulu. Pada MPASI pagi hari saya, mengukus bayam merah dengan irisan bawang merah. Setelah matang, bawang merah disisihkan (yah paling sedikit kebawa barang merahnya gapapa lah). Kemudian ditumbuk pake alu lalu disaring. Jangan lupa, sisa bayam di bawah saringan juga termasuk kedalam puree. Setelah itu saya cairkan dengan air putih masak sampai tekstur yang diinginkan. Kemudian ditambahkan minyak zaitun sesendok bayi, puree bayam merah pun siap dihidangkan. Oh iya, Pemrosesan dari ditumbuk sampai penyajian saya menggunakan Pigeon Food Maker. Terbukti praktis sekali. Sudah diuji coba saat Hasan mobile weekend kemarin. Simpel dan ringan dalam membuat MPASI homemade.

Puree Bayam merah

Alhamdulillah Hasan habis makannya. Tapi,, tapi loh ya, mukanya meringis. Haha ya gapapa. Namanya juga baru belajar menelan. Pemberian makanan biasanya saya batasi 30 menit saja maksimal. Habis atau tidak. Naturally, kalau lebih dari waktu itu, bayinya suka "unjuk rasa" protes karena bosan. Selain itu rasa makanan sudah tidak enak lagi dan suhunya sudah tidak pas.

Hasan makan sore pukul setengah lima lewat. Sudah bangun tidur dan sudah mandi tanpa saya susui sebelumnya agar tidak kenyang. Saya memasak beras putih pakai kaldu agar berasa gurih. Too bad, karena sotoy saya malah langsung merebus beras pakai kaldu. Akibatnya kaldunya kering duluan karena menguap. Harusnya saya bertanya kepada ibu saya dahulu yang lebih berpengalaman. Selain itu, beberapa minggu sebelum jadwal MPASI Hasan saya ditawari agar beras putih digiling. Saya menolak dengan dalih kan bisa langsung dimasak. Alhasil masaknya jadi lama banget. Yah, menjadi pelajaran ya untuk kali berikutnya.

Seperti biasa, setelah bubur tanak, saya gerus dan saring. Namun kali ini saya lupa menambahkan lemak tambahan (EVOO/ELOO/UB/minyak sawit/dll). Ya sudahlah. Respon Hasan sama. Mukanya pait sambil berusaha menelan. Sesekali (seringkali maksudnya!) Hasan menolak. Baik dari menolehkan muka atau menggunakan tangan. Puree beras putih tidak habis. Mungkin hanya setengahnya.

Puree beras putih

Tapi tidak mengapa.

Ini baru hari pertama. Yang namanya belajar butuh proses. Mungkin kadang terbersit di hati, kok tidak seperti bayi lain, tidak menolak, makan lahap.

But this is the game. The real deal. Entah mengapa, saya kok masih optimis. Saya optimis ini cuma masalah Hasan asing dengan namanya menelan. Bukan juga soal rasa. Karena pengalaman saya beberapa hari tampaknya semua makanan reaksinya sama saja. Saat sudah berlalu masa makanan dan masih tersisa makanan diujung mulutnya yang telah terencerkan dengan air liur, Hasan kerap kali menjilat dan mengecap dengan lidahnya.

I don't know, but why do I feel this is not GTM?

MPASI hari-hari pertama memang butuh adaptasi. Meski saya masih memegang beberapa aturan pribadi dasar seperti tidak ingin membawa anak makan di luaran dan membatasi makan maksimal 30 menit, ada beberapa hal yang harus saya pelajari. Mengenal kapan jam makan yang efektif. Mengenal kapan dan bagaimana kondisi Hasan yang prima agar ia positif menerima makanan. Bagaimana cara memberi makan Hasan yang baik. Bagaimana tekstur makanan yang cocok bagi Hasan. Bagaimana berinteraksi dengan Hasan saat makan dan memberikan aura positif. Hasan pun banyak belajar. Bagaimana beradaptasi dengan rasa baru selain ASI. Bagaimana caranya menelan. Bagaimana bisa senang riang gembira saat makan.

Because both of us are about learning.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.