Langsung ke konten utama

Kualifikasi grup B Euro 2008 : Jerman Vs Polandia

Berhubung sekarang sedang musim Euro dan gw seorag penggemar berat Jerman, maka gw berniat sedikit menulis mengenai semua pertandingan Jerman di Euro 2008. Sudut pandang yang gw gunakan dari jerman sendiri. Soalnya gw kurang merhatiin Polandianya sih :P

Jerman Vs Polandia

Formasi (Jerman)
Jerman memakai pelatih berbeda pada Euro kali ini, yakni Joachim Loew yang mana merupakan asisten pelatih Jurgend Klinsmann pada Piala Dunia 2006. Karena itu, formasi dan skuad yang dibawa tidak jauh berbeda. Walaupun terlihat beberapa pemain baru pada laga perdana ini seperti gelandang Mario Gomez yang menggantikan posisi Bernd Scheider yang harus absen pada ajang kali ini karena cedera. Formasi yang dibawa tetap 4-4-2, yaitu formasi yang bersifat ofensiv. lini depan tidak berubah, yakni Klose dan Podolski walaupun di babak kedua Klose digantikan. Pada lini tengah tetap ada Ballack sebagai kapten dan Frings. Schwensteineger tetap ada yang mana baru dimasukkan pada babak kedua. Gelandang satu lagi adalah pemain baru yaitu Mario Gomez. Pada lini belakang, Phillip Lambs dan Christoph Metzelder tetap dipakai bersama 2 pemain Back lainnya. Sedangkan kiper, Loew memasukkan Lehmann yang mana berstatus kiper cadangan utama sewaktu Piala Dunia kemarin.

Jalannya permainan
Jerman bermain ofensif sejak babak pertama. Namun Jerman cenderung keliatan kurang cepat panas. Hal ini terlihat dari sedikit terancamnya gawang Lehmann oleh pasukan Jacek Kryczawek. Namun tendangan Jacek melewati mistar gawang. Setelah kejadian ini, skuad Der Panzer mulai kelihatan bersemangat. Podolski berhasil memasukkan gol ke gawang Polandia melalui umpan Frings dari sayap kanan pada menit ke-19. Kedudukan menjadi 1-0 untuk Jerman. Hal ini membuat semangan para pemain Jerman semakin menggebu-gebu. Klose juga bermain cukup agresif. Namun sayang, beberapa peluang yang diciptakan para gelandang seperti Frings dan Schwensteiger kurang bisa membuahkan gol. Dilihat dari tendensi pada laga kali ini, tepat sekali jika dikatakan Jerman memiliki lini depan yang subur. Tapi lantas pasukan Polandia tidak berdiam begitu saja. Ada beberapa perlawanan-perlawanan  yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari hasil statistik bahwa tembakan ke gawang yang dilakukan Polandia lebih banyak daripada ketimbang Jerman. Tembakan-tembakan Polandia ke gawang Jerman banyak didapatkan dari corner kick.

Pada babak kedua pertandingan tetap berjalan seru. Podolski melanjutkan kiprahnya kembali dengan menjebol gawang Polandia pada menit ke-74 melalui beberapa umpan. Ia memasukkan bola dengan kaki kiri lagi. Dapat dilihat kalau Podolski memiliki kaki kiri yang lebih terarah daripada kaki kanannya. Para pendukung Jerman pun kembali kepada keeuforian. Kedudukan menjadi 2-0 untuk Jerman. Namun, tidak terlihat euforia berlebihan di wajah Podolski karena ia memiliki darah asli Polandia. Polandia tidak diam saja. Para pemainnya tetap berambisi menjebol gawang Jerman. Sebuah corner kick sempat sangat mengancam gawang Jerman. Bola sempat ditepis oleh Lehman, kemudian bola tersebut terlepas dari tangannya, seorang pemain Polandia sudah bersiap-siap menendangnya, tetapi Lehmann lebih cepat menangkap bola tersebut ketimbang si pemain Polandia. Alhasil Polandia pun gagal menjebol gawang jerman.

Loew mengganti Klose pada injury time dengan kuranyi. Mungkin ia menilai Klose sudah kelelahan. Injury time adalah waktu yang krusial dimana gawang dapat terancam apabila pertahanan tidak kuat. Karena itu strategi Loew pada injury time ini adalah memperkuat pertahanan. Kedudukan setelah wasit meniupkan peluit adalah 2-0. Sebuah starter awal yang baik untuk Jerman. :D

Komentar

  1. hehe.. dikau nonton yah
    gol-golnya konyol semua..

    gol pertama perangkap offsidenya dodol
    gol kedua, beruntung sekali tendangan miroslav klose dodol

    BalasHapus
  2. Pastinya dunk,,anda sedang berhadapan dengan fans jerman ki,,:P

    dodol,,,enak aje lo ki,,kemarin jerman maennya okeh. Pelatih oke,,pemain juga oke. Dan mereka baru mengeluarkan kekuatan sekian persen. Kita liat aja apakah entar malam itali melakukan kesalahan bodoh.
    hohoho,,:D

    BalasHapus
  3. dan sepertinya sudah terjawab

    BalasHapus
  4. oiya lupa, saya penggemar jerman juga lo kakakak

    BalasHapus
  5. HOREEEE,,,,akhirnya gw menemukan penggemar Jerman. Jerman's fans,,Come! :D
    Ketawa2 gw pas nonton itali dipecundangi gitu yu! :P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!